Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Mozaik Perjalanan Panjang: Perempuan
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
6/05/2013 11:01:00 AM
Mozaik
Perjalanan Panjang: Perempuan
oleh:
Andi
Misbahul Pratiwi
Perempuan
dalam perjalanannya telah menembus batas ruang dan waktu, pemikirannya telah
melampaui masanya. Banyak orang yang tidak mengetahui secara detail perjalanan
panjang perjuangan perempuan. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami adalah
ungkapan yang cocok untuk menggambarkan betapa sulitnya menemukan peran
perempuan dalam sejarah. Banyak dari sejarahwan menuliskan sejarah yang
bersifat androcentric1. Peran perempuan dalam berbagai sektor serta
keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan tidak dapat dipungkiri
adanya. Bagaimanapun hilangnya perempuan dalam sebagian sejarah, namun realitas
perjuangan, gerakan, karya, dan tulisan perempuan ada.
Perempuan adalah istilah yang berasal dari bahasa
sansakerta, Per-empu-an = ahli. Jadi, dapat dikatakan bahwa perempuan adalah
seorang ahli. Kedengarannya sedikit diskriminatif jika kita hanya membahas dari
segi makna kata “Perempuan”. Dari segi Biologis, Seperti dikutip Kimura bahwa bagian
belakang corpus callosum, area yang
disebut splenium, lebih besar pada perempuan daripada laki-laki, sehingga interest pada corpus callosum timbul asumsi bahwa ukuran tersebut mengindikasikan
jumlah serat yang berhubungan dengan kedua belah otak2. Banyaknya
koneksi serat pada salah satu jenis kelamin implikasinya berkaitan dengan
komunikasi antar belahan otak. Konon “serat-serat” yang menjembatani antar area
di otak perempuan lebih tebal, dan para peneliti menyimpulkan bahwa perempuan
memiliki kemampuan memadukan banyak aspek kognitif dalam berfikir bukan cuma
rasio, emosi dan intusinya juga ikut rembuk3.
Kajian secara bahasa dan biologis sepertinya tidak cukup
meyakinkan kita, maka disinilah kajian history
dibutuhkan sebagai bahan pembanding. Sejauh ini sejarah yang khusus mengangkat
peran perempuan sangat sedikit. Bahkan perempuan sendirilah yang acap kali
berhasil menuliskannya. S.K Trimurti sang wartawan tiga zaman, Roehana
Koeddoes, dan Germanie Greer seorang jurnalis perempuan asal Melbourne telah
berhasil lewat tulisannya yang tajam menyoroti berbagai aspek kehidupan
perempuan ke media. Dan tentu saja sampai hari ini perempuan tetap exist di sudut ruang-ruang profesi
secara individu maupun kolektif. Fakta empirisnya dapat dilihat dari kehidupan
sehari-hari dimana sadar atau tidak, perempuan memiliki peran yang luas dalam
kehidupan keluarga, masyarakat, bahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak
dapat dipungkiri bahwa kaum adam pun turut andil didalamnya.
Pelopor
Sejak dulu perempuan tidak hanya dikenal sebagai sebuah
objek saja, entah sebagai objek sex,
budak ataupun pengikut. Perempuan sudah menjadi subjek dalam kehidupannya
sendiri maupun orang lain sejak lahir. Ketika terjadinya proses penyimpangan
fungsional dan makna antara objek-subjek ini maka yang akan timbul adalah
sebuah keinginan akan perubahan. Perubahan ini mengakibatkan sebuah usaha Movement. Alasan diataslah yang
mempelopori gerakan perempuan Internasional maupun Transnasional. Cengkraman kolonialisme,
imperialisme, nasionalisme dan rasisme yang mendorong sebuah pergerakan dan
pemikiran atas hak-hak sebagai manusia bebas pun lahir dari para tokoh feminis
dunia. Tokoh-tokoh feminis gelombang pertama waktu itu antara lain adalah perempuan
Belanda Aletta Jacobs, perempuan Bangladesh Begum Rokeya, dan perempuan
Indonesia Raden Ajeng Kartini. Mereka semua memperjuangkan hak-hak perempuan
dan mengutuk batasan-batasan Patriarkal dan agamis kolot yang memenjarakan
perempuan pada masa itu. Tiga dara tersebut bisa dikatakan sebagai seorang
Nasionalis, namun nasionalisme muslimah Bangladesh, perempuan Ningrat Indonesia
dan Wanita Belanda sangatlah berbeda.
Begum Rokeya Sakhawat Hossain lahir tahun 1880 di desa
Pairaband, Bangladesh Utara, di keluarga muslim kaya dan kolot. Semua perempuan
dalam keluarga itu harus menjalani purdah (pingitan) ketat, anak perempuan
dikurung dirumah dan anak laki-laki dibebaskan bersekolah dan bermain. Rokeya
belajar membaca dan menulis dari saudara laki-laki mereka dan ia mulai menulis
beberapa essai pada 1905. Rokeya mendirikan sekolah-sekolah di bhagalapur dan
kalkuta. Dia juga membentuk organisasi perempuan Anjuman-e-Khawatin-e-Islam,
yang menyediakan pekerjaan untuk perempuan muslim miskin, terutama janda dan
istri korban kekerasan dalam rumah tangga. Buku Rokeya tentang purdah yang penuh tragedi, ironi,
sekaligus humor, diterbitkan dengan judul The
Secluded Ones, menjadi buku yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan
pola pikir perempuan pada saat itu. Rokeya juga tergabung dengan gerakan
kebangkitan muslim Bangladesh dan sangat kritis terhadap Kolonialisme4.
Ia meninggal tahun 1932.
Raden Ajeng Kartini lahir tahun 1880, beberapa bulan
setalah Rokeya. Ayahnya Bupati Jepara, seorang dari sedikit bangsawan progresif
waktu itu yang mengirim anaknya sekolah ke Belanda supaya mereka bisa mencicipi
pendidikan modern, kebijakan pendidikan kolonial Belanda pada waktu itu sangat
kaku, sesuai dengan kebijakan kolonial Belanda yang memang rasis: hanya
Bangsawan tinggi Jawa yang boleh berbicara menggunakan bahasa Belanda kepada
pejabat tinggi kolonial Belanda5. Pada tahun 1903, Kartini
dinikahkan dengan bupati rembang, menjadi isteri keempat. Kartini meninggal
waktu melahirkan anak pertamanya, tahun 1904. Kartini mempunyai cita-cita untuk
membangun sekolah pondokan untuk anak perempuan seperti dia, dan ia ingin
mengambil ijasah guru di Belanda, namun hingga akhir hayatnya impian tersebut
belum dapat ia wujudkan, namun surat-suratnya yang emosional, penuh
pembrontakan, cerdas, dan hidupnya yang tragis terus membakar semangat
perempuan-perempuan Indonesia.
Aletta Jacobs lahir tahun 1854 di sebuah desa kecil
provinsi Groningen, bagian utara Belanda. Ayah dan kakanya berprofesi sebagai
Dokter. Aletta menjadi perempuan pertama yang menyelesaikan pedidikan sarjana
dan paca sarjan di belanda. Ia juga menjadi Dokter perempuan pertama. Selain
menjadi pelopor gerakan menuntut pendidikan bagi perempuan, Aletta juga menjadi
perempuan pertama yang menuntut haknya untuk memilih. Pada waktu itu hanya
laki-laki saja yang punya hak untuk meilih di belanda. Selain memperjuangkan
pendidikan bagi perempuan dan hak memilih perempuan, Aletta juga mendukung ide
kontrasepsi dan menolak penertiban pelacuran (perempuan) : “Negara yang beradab
tidak seharusnya mengijinkan pasar budak maupun rumah bordil” 6.
Pemberdayaan dan
Pembebasan
Perempuan memberdayakan dirinya
sendiri dan orang lain. Mengamalkan apa yang dimilikinya untuk masyrakat.
Ingatkah kita dengan Dewi Sartika perempuan kelahiran 4 Desember 1884, salah
satu pahlawan yang sering disebutkan namanya dalam pelajaran sejarah di bangku
sekolah. Perjuangannya memberdayakan anak-anak bangsa dengan membangun sebuah
sekolah, mengajarkan kaum perempuan membaca, menghitung, menjahit, memasak serta keterampilan lainnya. Sejak tahun 1902 Dewi Sartika merintits pendidikan untuk kaum
perempuan pertama se-Hindia-Belanda.
Pembebasan atas kemiskinan, pembebasan
atas kebodohan, pembebasan atas sebuah penindasan gender dan pembebasan perbudakan.
Sebagai manusia yang bebas dan dilindungi oleh undang-undang kita harus bisa
berupaya untuk melakukan pembebasan, seperti Dewi Sartika yang berjuang
membebaskan anak-anak bangsa dari pembodohan karena kebodohan mengantarkan pada kemiskinan. Kebebasan bukalah sebuah
teori namun terapan.
Dalam konteks generalisanya perjalanan panjang perempuan
ini di dorong oleh sebuah penindasan fisik maupun pikiran dan diskriminasi
gender. Kompleksifitas permasalahan semakin bercabang dengan muculnya
kolonialisme dan rasisme. Hari ini, dimana semua manusia bebas berbicara dan
masalah gender tidak diperdebatkan lagi, apakah menjadi indikator atas
hilangnya sebuah masalah-masalah yang akan diperjuangkan??
Menurut saya, di Era Demokrasi ini masalah Hak Asasi
Manusia lah yang harus diperhatikan dan diperjuangkan. Isu Trafiking, Pemerkosaan, dan Kekerasan tidak
bisa dilepaskan dari perempuan dan anak. Sebagai Ibu, sebagai salah satu mata
rantai dan sebagai korban itu sendiri. Perempuan dan anak memang selalu menjadi
kelompok minoritas dan warga negara kelas dua. Plato pernah menyebutkan bahwa
perempuan sama halnya dengan budak dan anak-anak. Dia hanya objek bagi
seksualitas laki-laki, dan perbudakan itu dari dulu hingga sekarang masih tetap
ada, dan muncul dalam dimensi baru.
Seperti halnya pada Piagam PBB, Deklarasi Umum Hak Asasi
Manusia pada awalnya juga dikonsepkan dengan frasa “all men” untuk menyebutkan umat manusia. Namun timbulnya kesadaran
bahwa laki-laki dan perempuan harus dijelaskan secara eksplisit dalam hak asasi
manusia maka frasa “all men” diubah
menjadi “all human being”. Kita harus
sadar bahwa deklarasi umum Hak Asasi Manusia adalah Basis standar untuk
perlindungan hak asasi setiap warga dunia. Maka hak-hak asasi perempuan, dan
anak harus di tulis secara eksplisit sebagai perlindungan secara legislasi.
Advokasi dan Legislasi tidaklah cukup. Hari kartini, Hari
Ibu, dan Hari Perempuan Internasional tidaklah mewakili. Gerakan perempuan pun
masih berputar dikalangan perempuan perkotaan dan terdidik. Maka yang
terpenting adalah usaha-usaha pemberdayaan perempuan yang bersifat massal
sampai menyentuh segala tingkatan dan strata.
“Di tangan
perempuan terdapat peluang-peluang yang bila mereka manfaatkan ataupun
menyalahgunakannya berpengaruh pada kehidupan politik negara, dan pengaruhnya
itu, baik yang positif ataupun negatif, akan membentangkan jalan abad-abad yang
belum lahir”--Frances E.W. Harper
Catatan:
1.
Berpusat kepada kegiatan kaum laki-laki saja.
2.
Doreen Kimura, “Sex Differences In the Brain”, Scientific
American, September 1992, hal.85.
3.
Rani Rachmani Moediarta, “Otak Kita, Keunggulan Kita”,
Femina XXVII (23), 17-23 Juni 1999, hal. 27
4.
Sonia Amin, “Empire, Resistance and Gender: Rokeya
Sakhawat Hossein’s Anti Colonial Allegory” dalam Niaz Zaman, Fisdous Azim,
Saskia E. Wieringa, & Shwakat Hussain (ed.), Colonial and post-colonial
encounters, The University Press, Dhaka, 1999.
5.
Saskia E. Wieringa, “Femisnisme Transnasional, Pelajaran
Gelombang Pertama”, Jurnal Perempuan 52, hal. 91.
6.
Aletta Jacobs, Herinneringen, Sun, Nijmegen, 1985
(cetakan pertama 1924). Diterjemahkan oleh Annie Wright sebagai My life as an International Leader in
Health, Suffrage, and Peace, The Feminist Press, New York, 1996, hlm. 41.
·
Mohon maaf jika terdapat kesalahan bahasa maupun
penulisan.
·
Kata-kata yang dikutip telah penulis dokumentasikan dalam
sebuah catatan.
·
Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.
Read More...
Eksistensi Budaya Tionghoa dan Agama Khonghucu di Indonesia
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
2/23/2013 10:14:00 AM
Eksistensi Budaya Tionghoa dan Agama Khonghucu di Indonesia
Oleh:
Andi Misbahul
Pratiwi
Taman Mini Indonesia indah (TMII)
didirikan pada tanggal 20 April 1975 atas inisiatif Ibu Hj. Fatimah Sita
Hartinah Soeharto atau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto.
Tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya indonesia dalam wujud
mini. Di dalam TMII digambarkan seluruh keragaman Indonesia, mulai dari
Keragaman Budaya, Agama, Hewani dan Hayati. Berbagai Anjungan Budaya, Rumah
Ibadat, Miniatur Teknologi, Museum, dan Kekayaan alam Indonesia ditampilkan di
TMII ini.
Indonesia sebagai bangsa yang
pluralisme yang memiliki keanekaragaman budaya dan agama menuntut masyarakat
yang saling menghargai keyakinan masing-masing. Penduduk Indonesia terdiri dari
masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang, salah satu masyarakat pendatang
yang memiliki populasi cukup dominan di Indonesia, sebagian besar berasal dari
Negeri Cina yang identik dengan
kebudayaan Tionghoa dan Agama Khonghucunya. Selain budaya-budaya asli
leluhur, bangsa indonesia kini pun menerima kehadiran masyarakat Tionghoa dan
agama Khonghucu di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan beragama yang
berasakan pancasila setalah zaman orde baru. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya
Taman Budaya Tionghoa dan Klenteng “Kong Miao” di dalam Taman Mini Indonesia
Indah.
Taman Budaya Tionghoa yang berada
disamping Museum Prangko TMII di resmikan oleh H.M Soeharto selaku Ketua umum
yayasan Harapan kita, pada 8 November 2006. taman budaya tionghoa ini terdiri
dari 5 koridor utama dibagian depan, dan
terdapat 5 bangunan khas tionghoa yang terdiri dari : Paguyuban sosial marga
Tionghoa, aula budi luhur, wisma budaya marga Zhou, wisma budaya Wu. Selain
bangunan tersebut Taman Budaya Tionghoa ini memanjakan pengunjung dengan
hadirnya monumen cerita rakyat warga tionghoa seperti monumen Kera sakti dan
monumen Sampek Engtay.
Sejarah dan budaya tionghoa
terpelihara lebih dara 500 tahun, banyak diantaranya mempunyai makna dalam dan
luhur serta perlu dikenal dan dilestarikan, antara lain tentang hikayat Kera
sakti (Sunggokhong) dengan 2 kawan lainnya (cup pak kai dan sacun) meengantar
pendeta Tang Cen menuju barat/india untuk mengambil kitab suci Buddha.
Selain legenda Sunggokong ada cerita
rakyat mengenai legenda Sampek Engtay. Legenda Asmara ini (Sampek Engtay)
terjadi di Tiongkok pada Dinasti Chin dan beredar dalam masyarakat lebih dari
1460 tahun silam. Legenda ini juga sangat populer dalam masyarakat Indonesia
sampai sekarang. Konon pada Dinasti Chin seorang pemuda pelajar Lian Sampek
berkenalan dengan seorang gadis Engtay yang menyamar sebagai laki-laki dan
mereka bersekolah bersama, hubungan mereka sangat akrab dan mendalam serta
mereka mengikat diri sebagai saudara. Tiga tahun kemudian setelah selesai
sekolah, engtay pulang kerumah dan Sampek mengantarkannya sejauh 9 Km, rasanya
sangat berat sekali bagi Sampek dan Engtay untuk berpisah satu sama lain.
Akhirnya setelah lama bersama akhirnya keluarga sampik melamar Chu Engtay namun
lamaranya ditolak oleh keluarga engtay. Sampek sangan terpukul dan sedih
sehingga sakit dan akhirnya meninggal. Konon ketika engtay ingin dijodohkan
oleh Ma, Engtay pergi sembahyang ke makam sampek dengan penuh kedukaan yang
pada akhirnya menyebabkan langit gelap, angin ribut dan halilintar. Makam
engtay terbelah dan engtay melompat ke dalam makam, setelah itu mereka berdua
Sampek dan Engtay berubanh menjadi sepasang Kupu-Kupu yang hidup abadi bersama.
Dalam Kebudayaan Tionghoa diyakini
legenda-legenda seperti yang telah dipaparkan diatas, namun sebenarnya legenda
tersebut bersifat fiktif atau bisa disebut sebagai cerita rakyat yang turun
menurun dari leluhur mereka. Cerita Rakyat ini dituliskan dalam Monumen di
taman Kebudayaan Tionghoa, sehingga siapapun yang berkunjung ke taman ini dapat
melihat langsung objek tokoh dalam cerita rakyat Tionghoa.
Taman Mini Indonesia Indah juga
menghadirkan miniatur rumah ibadat agama dan keyakinan yang banyak dipeluk
penduduk Indonesia dalam satu area
khusus secara berderet : Masjid, Gereja Katholik, Gereja kristen, Pura, Vihara (Klenteng),
dan Sasana Adirasa.
02 Februari 2009, mulailah dilakukan
pembangunan Klenteng Kong Miao atau rumah ibadat agama Khonghucu, yang terdiri
atas Tian Tan, Da Cheng Dian dan Qi fu dian. Peletakan batu pertama dilakukan
menteri agama republik Indonesia, Dr. H.M. Maftuh Basyuni. Peresmian dilakukan
pada tanggal 23 Desember 2010.
Sebagaimana layaknya Kelenteng, Kong
Miao juga dilengkapi tempat pembakaran hioswa, pintu gerbang, dll. Di halaman
Kong Miao terdapat sepasang Singa, Pintu Gerbang, Sepasang Naga, Kilin, Patung
12 Shio, kura-kura Kepala Naga dsb.
Rini yang telah menjadi staff
Klenteng “Kong Miao” selama 1 tahun ini menjelaskan tentang
kegiatan-kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan di Klenteng “Kong Miao”.
“Klenteng ini dijadikan tempat ibadah untuk penganut khonguchu, biasanya umat
khonghucu beribadah rutin setiap tanggal 1 dan 15 pada kalender khonghucu, dan
masyarakat umum ramai beribadah pada hari sabtu dan minggu”. Tuturnya ketika
ditemui diruangan staff Klenteng Kong Miao.
Di Indonesia khonghucu dianggap sebagai sebuah keyakinan.
Namun sebenarnya didaerah asal khonghucu
itu sendiri adalah sebagai pendidikan dasar di negeri cina yang wajib
dipelajari oelhe semua warganya. Khonghucu sebagai sebuah agama dan tionghoa
sebagai sebuah Budaya, keduanya tidak bisa disejajarkan dalam satu garis lurus,
karena sebuah Agama dan Culture memiliki arti dan makna yang
berbeda, kedunya tidak bisa disandingkan dalam satu panggung kehidupan
berbangsa dan bernegara. Meskipun demikian hadirnya budaya Tionghoa dan Agama
Khonghucu di Indonesia menambah warna kebhinekaan Indonesia.
Journalism for the Intellectuals
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
2/23/2013 10:12:00 AM
Journalism for the Intellectuals
oleh:
Andi Misbahul Pratiwi
Pendidikan Jurnalisme
untuk insan akademisi. Pelatihan jurnalistik yang bertemakan Quantum jurnalisme
diselenggarakan oleh Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia di Graha wisata
TMII, Jakarta Timur. Acara tersebut berlangsung selama lima hari, dimulai dari
tanggal 20-24 Februari 2013 yang dihadiri oleh 24 mahasiswa dari berbagai
kampus serta menghadirkan beberapa wartawan senior sebagai pemateri.
Jurnalistik,
dalam bahasa latin disebut journal yang berarti catatan harian.
Kegiatan-kegiatan jurnalistik terdapat di semua aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara, hal itu disebabkan karena setiap manusia membutuhkan informasi dan
kegiaatan jurnalistik adalah salah satu kebutuhan sekunder setiap manusia.
Salah satu dari kegiatan jurnalistik adalah menulis berita, berita sendiri di
definisikan sebagai sebuah tulisan faktual yang bersifat informatif untuk
khayalak ramai. Beberapa definisi lain mengenai berita adalah bahwa berita
adalah tulisan yang dikumpulkan dari 7 penjuru angin. Berita sebagai media
massa memiliki fungsi untuk memberikan informasi, pendidikan, koreksi,
menghibur, mediasi (to inform, to educate, to influence, to entertain, to
mediate), selain mejalankan fungsi sosial nya diatas ternyata kini media
massa mempunyai kekuatan dalam hal pembentukan opini publik, pengalihan isu,
pengangkatan kepentingan suatu orang maupun golongan tertentu.
Rabu,
20 Februari 2013. Direktur utama PT. Antara, Bpk. Saiful menjelaskan bahwa kini
media berperan aktif dalam kemajuan suatu bangsa, karna media hari ini sudah
melebih batas-batas fungsinya. Media hari ini dijadikan alat politik bagi elit
politik, karena media adalah pembentuk opini publik khusunya di di negara kita
ini Indonesia. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa kaum intelektual harus
cerdas menanggapi soal media hari ini, kita harus pandai memilah suatu berita,
dan kita juga harus tanggap mengenai apa yang terjadi di dunia jurnalistik
indonesia hari ini. Berbagai media massa cetak maupun elektronik seperti koran,
majalah dan televisi hari ini cenderung menginformasikan hal-hal yang bersifat
subjektif serta memihak kepada suatu golongan tertentu. Tidak bisa dipungkiri
media hari ini mejadi simbol-simbol politik, sehingga masyarakat terdoktrinasi
oleh berita-berita yang disuguhkan di massa setiap harinya. Berita-berita yang
dipanggungkan di televisi maupun media cetak ini akan mempengaruhi pola
pemikiran masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi pula intelektulitas suatu
bangsa tsb.
Fungsi
media massa hari ini telah bergeser kepada hakikatnya, kini media lebih
mementingkan menyuguhkan berita-berita yang berlebihan dan menarik tanpa
mempertimbangkan unsur-unsur dalam suatu berita, dengan asumsi rating media
mereka akan tinggi, dan akhirnya komersialisasi informasi pun tidak bisa
dibendung. Kita sebagai mahasiswa tidak boleh berdiam diri melihat kondisi
tersebut, kaum intelektual seharusnya lebih cerdas dan cerdik memilih sebuah
berita sehingga nantinya mahasiswa tidak terbawa arus kekacauan masyarakat,
kita mahasiswa harus bisa menjadi insan penerus serta pelurus, dan cerdas
menanggapi soal keterlibatan media dikalangan elit politik hari ini. Mahasiswa
yang cerdas dalam kondisi seperti ini akan menjadi pilar-pilar penyampaian
informasi kepada masyarakan sehingga masyarakat tidak terus menerus dibodohi
oleh ketidaktahuan mereka mengenai dunia jurnalistik itu sendiri. Berdasarkan pemaparan
pak saiful pada acara Quantum Jurnalisme ini, maka pada hakikatnya jurnalistik
adalah salah satu ilmu sosial yang sangat berperan aktif dalam kemajuan suatu
bangsa.
Mahasiswa
yang cerdas tidak dapat dibentuk secara instan, proses yang pembentukan karakter
dan pendisiplinan ilmu perlu diterapakan dalam kehidupan sehari-hari seorang
mahasiswa. Berbicara soal jurnalistik, berita, pers, dll. Pada dasarnya adalah
kegiatan tulis-menulis. Untuk menjadi kontrol sosial yang baik, maka mahasiswa
tentunya perlu pemahaman mengenai jurnalistik itu sendiri, karena idealnya apa
yang mahasiswa suarakan, apa yang mahasiswa koreksi, dan informasikan harus
memiliki landasan pengetahuan yang jelas.
Kakanda
Ulin Yusron yang telah berkecimpung didunia jurnaslitik dan salah satu anggota
dari Aliansi Jurnalis Independent (AJI), ketika diberi kesempatan unttuk
mengisi materi dalam acara ini, memaparkan bahwa “seorang jurnalis sebagai
penulis berita, dan secara langsung sebagai pembentuk opini publik melalui
beritanya haruslah independent, dia tidak terikat oleh kepentingan golongan
maupun partai politik, tugas seorang jurnalis adalah menulis berita faktual
yang nantinya akan menjadi informasi yang layak untuk konsumsi publik”. Namun
pada kenyataan kondisi pilar keempat demokrasi di indonesia hari ini sudah
mulai tidak berjalan dalam koridornya, banyak jurnalis dan media massa
ditunggangi oleh kepentingan partai politik, membuat perjanjian-perjanjian,
komersilisasi informasi, sehingga pada akhirnya informasi yang harusnya dibuat
oleh jurnalis secara objektif dan faktual berubah mejadi berita yang subjektif
dan manipulatif.
Kebebasan
pers memang tidak diatur secara diplomatif, namun para pekerja pers memiliki
kode etik jurnalistik yang harus diikuti dengan sebaik-baiknya. Kode etik
jurnalistik ini secara garis besar mengatur hak dan kewajiban seorang pekerja
pers, apa yang seharusnya pekerja pers kerjakan dalam profesinya, serta
menjelaskan bagaimana etika-etika seorang jurnalis dalam mengambil, mengolah,
danmeng publish sebuah berita. Seorang jurnalis yang mengerti akan
batasan-batasannya akan menghasilkan sebuah berita berdasarkan fungsi pers dan
akan menjadi konsumsi publik yang layak untuk pembangunan bangsa yang lebih
baik.
Era
teknologi yang terus berkembang, menggeser semua aspek kehidupan yang dahulunya
primitif kini menjadi termodernisasi secara otomatis. Tak ketinggalan pula
kemajuan teknologi dibidang media massa. Media massa yang dahulu di dominasi
oleh media massa konvensional seperti koran, majalah, televisi dll. Kini telah mengalami kemajuan
sehingga munculah sebuah media massa digital yang menjanjikan kecepatan akses
berita, realtime, dan fleksibilitas pengaksesan data.
Menurut,
kakanda Domu seorang wartawan senior yang menjadi salah satu pemateri dalam
Quantum Jurnalisme Lisuma Indonesia, menuturkan bahwa Media degital vis a
vis Media konvensional akan terjadi, seiring kebutuhan masyarakat terhadap
informasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Media konvensional
menjanjikan kredibilitas subuah berita, dan Media digital menjanjikan sebuah
kecepatan akses berita dimanapun dan kapanpun. Setiap teknologi pasti memiliki
suatu kelebihan namun tentu juga memiliki keterbatasan. Media konvensional dan Media digital memeliki
kelebihannya masing-masing dalam memuat sebuat berita, dan masyrakatlah yang
nantinya akan menjadi pembaca dan penilai berita dari teknologi masing-masing
diatas.
Berita
dikatakan bernilai dan memiliki mutu yang tinggi ketika sang penggerak pena
menyajikan sebuah informasi yang aktual, unik, penting, maagnitude (berpengaruh
besar), mendidik, mmenghibur, informatif, dan memiliki kontrol sosial positif
untuk kemajuan bangsa. Berita yang bermutu dihasilkan dari proses yang panjang,
dari proses wawancara yang baik, dan meramu berita secara cerdas. Berita yang
baik adalah berita yang eksklusif, yang memberikan informasi sejelas-jelasnya
kepada publik.
Dalam
menulis berita kita dapat memilih teknik menulis berita apa yang akan kita
tulis. Straight News adalah teknik menulis berita yang memiliki kriteria
kalimat lugas, pendek dan tepat. News
Feature adalah teknik menulis berita dengan sebuah gambaran peristiwa yang
lugas, dan mengunggulkan diksi. Feature
merupakan teknik penulisan berita secara dekriptif, penulis mendeskripsikan
keadaan disuatu tempat dengan cerdas dan lugas. Lead aadalah bagian terpenting
dalam suatu berita, lead berisi informasi-informasi yang oenting dalam ebuah
berita dan biasanya diletakan diparagraf pertama sebuah untaian berita yang
akan disajikan, sehingga Lead menjadi cerminan dasar yang nantinya menjadi
indikator mutu sebuah berita.
Mahasiswa
tidak boleh tertinggal pengetahun ketika semua orang berbondong-bondong
mengkonversikan media konvensional mereka ke media digital. Tidak dapat
dipungkiri bahwa kemajuan ICT kini telah menjalar dalam kebutuhan pokok
manusia, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa pun perlu melakukan usaha-usaha
atau upgrading Teknologi dalam hal ini media digital atau biasa diisebut
media online. Setiap media online punya cirikhasnya masing-masing biasanya
cirikhas penulisan berita bisa terdapat pada Leadnya yang berbobot serta topik
yang diangkat dalam sebuah berita tersebut. Media online membeerikan kecepatan
akses berita, fleksibelitas, interaktif, lengkap serta sifat realtime yang kini
menjadi sesuatu yang diminati oleh masyarakat sipil pada khusunya. Namun
disamping memiliki beberapa keunggulan setiap teknologi pun memiliki
problemanya masing-masing, untuk media online ini problem umum yang perlu
diperhatikan adalah sedikitnya pengakses melalui internet, desain tulisan yang
semakin banyak pesaing, kurang update, sedikitnya akses ke social media.
Sehingga para jurnalitik media digital harus terus mengkomparasi tampilan media
mereka sessuai psikologis pembaca onlina dan haru memaksimalkan layanan pada
media online tersebut, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kemajuan media
online kedepannya.
Media
online memiliki beberapa karakter yang saya kira perlu kita pahami
bersama-sama. Karakter yang pertama iyalah Content is the king yang berarti bahwa
setiap konten yang disajikan adalah raja, sesuatu yang penting dan yang akan
mendapakan perhatian lebih para developer media online. Kedua, User behavior
yang berarti bahwa media online sangat mengerti keperluan user atau pembaca,
sehingga timbulan rasa kenyamanan saat membaca berita di media online. Ketiga,
Statistik menandakan bahwa dalam penyajian berita di media online perlu
adanya evaluasi berupa statistik, yang nantinya developer media akan mengetahui
sejauh mana media online mereka berkembang. Keempat, Marketing diartikan
sebagai pasar, media online tentunya mengharapkan provit untuk perkembangan
media itu sendiri di masa depan, sehingga media online pun turut serta
menguasai pasar khusunya pasar periklannan. Kelima, Technology, ini
adalah hal mutlak untuk keberlangsungan sebuah media online, media online
tentunya terus berlomba-lomba memberikan teknologi yang terbaik untuk pembaca
media tsb. Kaarakter-karakter media online diatas saling berkesinambungan satu
sama lain, sehingga perlu diketahui bahwa kegiatan jurnalistik di media
konvensional maupun media digital, memiliki karakter yang berbeda-beda dan
hasil jadi yang berbeda-beda pula untuk disajikan.
Komitmen
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
6/25/2012 11:32:00 PM
Apa sih komitmen itu?
Menurut kamus
besar bahasa indonesia, komitmen adalah janji, perjanjian atau keterikatan.
Lalu siapa
yang diikat dalam sebuah komitmen itu, menurut saya sendiri komitmen itu
melebihi sebuah janji, komitmen tidak hanya di ucapkan namun juga sebuah bentuk
ketugahan hati dalam sesuatu hal. Menurut saya komitmen itu terbagi atas 3,
yaitu komitmen terhadap allah SWT, komitmen terhadap diri sendiri, dan komitmen
terhadap orang lain.
Nah, kita
sebagai manusia yang hakekatnya sebagai makhluk sosial pasti memiliki
kepentingan-kepentingan yang tak bisa dihindarkan, apakah
kepentingan-kepentingan tersebut dapat menggoyah kan komitmen kita? Menurut
saya, komitmen adalah sebuah kata yang cukup sakral, karena mengandung makna
yang cukup mendalam serta bersifat universal, seharusnya dalam berkomitmen
tidak boleh ada kepentingan-kepentingan di atasnya, karena seseorang yang sudah
berkomitmen pasti tahu dimana batas kesanggupan dia untuk berkomitmen serta
tahu untuk menempatkan segala urusan-urusannya dengan baik, sehingga ketika dia
berkomitmen dia bisa melangkahkan kaki dengan ringan.
Ketika kita
sudah meneguhkan hati dan berjanji, apakah itu bisa disebut komitmen? Menurut
saya komitmen di tempatkan di akhir cerita, karena seseorang dikatakan sudah
bisa berkomitmen ketika dia telah melewati proses panjang dalam meneguhkan hati
nya, proses yang cukup panjang yang tidak semua orang bisa berhasil
melewatinya, proses dimana terjadinya pendewasaan diri, proses dimana kita
belajar akan sebuah kekuatan dan energi, proses ketika mendengarkan suara hati dan menggunakan intuisi kita untuk
menyelesaiakan masalah yang datang sehingga sampailah pada akhir yang disebut
komitmen.
Dalam proses
berkomitmen tentu saja kita menemui hambatan-hambatan, bagaimana cara mengatasinya?
Sepeti yang diakatan steve jobs, “don’t let the noise of other opinions drown
out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your
heart and ituition”. Jangan biarkan pendapat orang lain menulikan diri kita
terhadap suara hati kita, dan yang terpenting adalah kemampuan untuk
mendengarkan hati dan intuisi kita, kurang lebih seperti itu arti dari
perkataan steve paul jobs. ketika kita berbicara tentang menyelesaikan sebuah
masalah terlihat sangat mudah sekali, namun implementasinya tidak semudah
membalikan telapak tangan bukan?, ya, pasti. Namun ketika kita tidak memulai
untuk berkomitmen dan mengahadapi sebuah masalah yang akan datang bersamanya,
maka kita tak akan pernah tahu rasanya gagal dan berhasil mengahadapi sebuah
masalah. Ketika mencoba kita mempunyai pilihan “berhasil/ gagal” namun tidak
mencobanya adalah jaminan kegagalan.
Andi Misbahul Pratiwi. Cibinong, 25/06/2012 22:22 WIB
Read More...
Linux and windows
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
5/09/2012 05:11:00 PM
Linux and windows
according to the tittle, I
want to describe about operating system, there are opareting system which we
can use in our computer for example Unix, Dos,
Linux, Windows, etc. in this report I want introduce to you what is
Linux and windows?
Linux is operating system
which use Text command to operate the system and aplication, there are many
distro or kind of linux for example, Debian, Mint, Fedora, Ubuntu, etc. many
people include the student of SMKN 1 Cibinong have opinion that Linux is difficult
to operate and the command not simple, cause the operating system not friendly
with user. But they don't know that Linux very safety with virus, cause it many
company use linux to be a Operating System in they server. Beside it, the
packet sofware of linux is completed and linux is open source operating system.
The meaning of open source is if you will copy, duplicated, and edit linux,
this Operating system still original label, and then this operating system so easly to explorer.
Windows have many kind
there are, windows Xp, windows 98, windows Vista, Windows 2000 Server, Windows
Seven, and etc. windows is Operating system which use Grapical user interfaces
(GUI) so, this operating system so friendly with user, many people choose this
operating system because the desktop is so easly to operate, but this operating
systtem not safety with virus, if you use thi operating system you must
installed antivirus sofware and update the antivirus to protect your computer
from virus, if you not installed and update antivirus sofware, your data and
aplication will be risk and lost. Beside it windows not open source operating
system, you must have a licensi original to use this operating system, if you
not have a licensi this operating system is not original. Factually many people
in the world especially in our country not use original operating system cause
the original operating system is expensive.
From survey 99 % student
and teacher Smkn1 cibinong use windows in they computer to be a operating
system.
So, what the operating
system will you choose?
Perempuan dan Perubahan
Posted in
Label:
Tulisan
|
di
3/28/2012 09:53:00 PM
Perempuan dan Perubahan
jika anda mendengar kata perempuan, apa yang langsung anda bayangkan? Ibu anda? Saudara anda? Atau mungkin diri anda sendiri?. Ya, perempuan adalah makhluk yang sangat indah, begitu kata para lelaki. Namun sadarkah anda selain indah perempuan adalah seseorang yang kuat, begitu menurut saya.
Perempuan atau wanita?
Sebelum masuk kepada pembahasan tentaang perempuan, mari kita tanya pada diri anda masing-masing, apakah anda lebih suka dipanggil perempuan ataua wanita? Dan mengapa?.
wanita dalam bahasa sansakerta yaitu terdiri dari kata wan-ita yang artinya hanya sebagai objek, sedangkan dalam bahasa jawa terdiri dari kata wani-ditoto yang artinya bisa diatur-atur,
nah, arti perempuan sendiri dari bahasa jawa yaitu per-empu-an, empu yaitu ahli, jadi perempuan adalah orang yang memiliki keahlian.
setelah anda tahu, sekarang anda lebih suka dipanggil wanita atau perempuan?
Bagaimana perempuan itu ?
Menurut hemat saya, perempuan adalah makhluk yang multitalent, mengapa demikian?, coba anda perhatikan ibu anda, dan saudara perempuan anda dirumah, perempuan jika melakukan aktivitas dia bisa melakukannya lebih dari 1 sekaligus. Contoh: ibu saya dirumah, ketika memasak, beliau pun menyapu, kemudian mencuci, dan mengurusi anaknya. Luar biasa bukan? Mengandung 9 bulan, melahirkan, dan mendidiknya.
Sesungguhnya allah swt menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, perempuan sebagai pendamping dari seorang laki-laki yang diciptakan bukan dari kepala untuk peneduh, bukan dari kaki untuk jadi penopang, tapi dari tulang rusuk untuk menjadi sama, dekat dengan lengan untuk dilindungi, dan dekat dengan hati untuk dicintai, begitulah kata banyak orang di jejaring sosial.
Namun ada satu kalimat lagi yang sangat menginspirasi saya, “jangan sebut aku perempuan sejati bila aku berkalong lelaki, tapi bukan berati aku tidak perlu lelaki untuk dicintai” kutipan dari film wanita berkalung sorban.
Tidak sedikit perempuan yang meraih sukses, dan tidak sedikit pula perempuan yang bisa dijadikan inspirasi hidup anda.
Langganan:
Postingan (Atom)






