Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Mozaik Perjalanan Panjang: Perempuan

Mozaik Perjalanan Panjang: Perempuan
oleh:
Andi Misbahul Pratiwi
Perempuan dalam perjalanannya telah menembus batas ruang dan waktu, pemikirannya telah melampaui masanya. Banyak orang yang tidak mengetahui secara detail perjalanan panjang perjuangan perempuan. Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan betapa sulitnya menemukan peran perempuan dalam sejarah. Banyak dari sejarahwan menuliskan sejarah yang bersifat androcentric1. Peran perempuan dalam berbagai sektor serta keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan tidak dapat dipungkiri adanya. Bagaimanapun hilangnya perempuan dalam sebagian sejarah, namun realitas perjuangan, gerakan, karya, dan tulisan perempuan ada.

Perempuan adalah istilah yang berasal dari bahasa sansakerta, Per-empu-an = ahli. Jadi, dapat dikatakan bahwa perempuan adalah seorang ahli. Kedengarannya sedikit diskriminatif jika kita hanya membahas dari segi makna kata “Perempuan”. Dari segi Biologis, Seperti dikutip Kimura bahwa bagian belakang corpus callosum, area yang disebut splenium, lebih besar pada perempuan daripada laki-laki, sehingga interest pada corpus callosum timbul asumsi bahwa ukuran tersebut mengindikasikan jumlah serat yang berhubungan dengan kedua belah otak2. Banyaknya koneksi serat pada salah satu jenis kelamin implikasinya berkaitan dengan komunikasi antar belahan otak. Konon “serat-serat” yang menjembatani antar area di otak perempuan lebih tebal, dan para peneliti menyimpulkan bahwa perempuan memiliki kemampuan memadukan banyak aspek kognitif dalam berfikir bukan cuma rasio, emosi dan intusinya juga ikut rembuk3.
Kajian secara bahasa dan biologis sepertinya tidak cukup meyakinkan kita, maka disinilah kajian history dibutuhkan sebagai bahan pembanding. Sejauh ini sejarah yang khusus mengangkat peran perempuan sangat sedikit. Bahkan perempuan sendirilah yang acap kali berhasil menuliskannya. S.K Trimurti sang wartawan tiga zaman, Roehana Koeddoes, dan Germanie Greer seorang jurnalis perempuan asal Melbourne telah berhasil lewat tulisannya yang tajam menyoroti berbagai aspek kehidupan perempuan ke media. Dan tentu saja sampai hari ini perempuan tetap exist di sudut ruang-ruang profesi secara individu maupun kolektif. Fakta empirisnya dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari dimana sadar atau tidak, perempuan memiliki peran yang luas dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bahkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak dapat dipungkiri bahwa kaum adam pun turut andil didalamnya.
Pelopor
Sejak dulu perempuan tidak hanya dikenal sebagai sebuah objek saja, entah sebagai objek sex, budak ataupun pengikut. Perempuan sudah menjadi subjek dalam kehidupannya sendiri maupun orang lain sejak lahir. Ketika terjadinya proses penyimpangan fungsional dan makna antara objek-subjek ini maka yang akan timbul adalah sebuah keinginan akan perubahan. Perubahan ini mengakibatkan sebuah usaha Movement. Alasan diataslah yang mempelopori gerakan perempuan Internasional maupun Transnasional. Cengkraman kolonialisme, imperialisme, nasionalisme dan rasisme yang mendorong sebuah pergerakan dan pemikiran atas hak-hak sebagai manusia bebas pun lahir dari para tokoh feminis dunia. Tokoh-tokoh feminis gelombang pertama waktu itu antara lain adalah perempuan Belanda Aletta Jacobs, perempuan Bangladesh Begum Rokeya, dan perempuan Indonesia Raden Ajeng Kartini. Mereka semua memperjuangkan hak-hak perempuan dan mengutuk batasan-batasan Patriarkal dan agamis kolot yang memenjarakan perempuan pada masa itu. Tiga dara tersebut bisa dikatakan sebagai seorang Nasionalis, namun nasionalisme muslimah Bangladesh, perempuan Ningrat Indonesia dan Wanita Belanda sangatlah berbeda.
Begum Rokeya Sakhawat Hossain lahir tahun 1880 di desa Pairaband, Bangladesh Utara, di keluarga muslim kaya dan kolot. Semua perempuan dalam keluarga itu harus menjalani  purdah (pingitan) ketat, anak perempuan dikurung dirumah dan anak laki-laki dibebaskan bersekolah dan bermain. Rokeya belajar membaca dan menulis dari saudara laki-laki mereka dan ia mulai menulis beberapa essai pada 1905. Rokeya mendirikan sekolah-sekolah di bhagalapur dan kalkuta. Dia juga membentuk organisasi perempuan Anjuman-e-Khawatin-e-Islam, yang menyediakan pekerjaan untuk perempuan muslim miskin, terutama janda dan istri korban kekerasan dalam rumah tangga. Buku Rokeya tentang purdah yang penuh tragedi, ironi, sekaligus humor, diterbitkan dengan judul The Secluded Ones, menjadi buku yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan pola pikir perempuan pada saat itu. Rokeya juga tergabung dengan gerakan kebangkitan muslim Bangladesh dan sangat kritis terhadap Kolonialisme4. Ia meninggal tahun 1932.
Raden Ajeng Kartini lahir tahun 1880, beberapa bulan setalah Rokeya. Ayahnya Bupati Jepara, seorang dari sedikit bangsawan progresif waktu itu yang mengirim anaknya sekolah ke Belanda supaya mereka bisa mencicipi pendidikan modern, kebijakan pendidikan kolonial Belanda pada waktu itu sangat kaku, sesuai dengan kebijakan kolonial Belanda yang memang rasis: hanya Bangsawan tinggi Jawa yang boleh berbicara menggunakan bahasa Belanda kepada pejabat tinggi kolonial Belanda5. Pada tahun 1903, Kartini dinikahkan dengan bupati rembang, menjadi isteri keempat. Kartini meninggal waktu melahirkan anak pertamanya, tahun 1904. Kartini mempunyai cita-cita untuk membangun sekolah pondokan untuk anak perempuan seperti dia, dan ia ingin mengambil ijasah guru di Belanda, namun hingga akhir hayatnya impian tersebut belum dapat ia wujudkan, namun surat-suratnya yang emosional, penuh pembrontakan, cerdas, dan hidupnya yang tragis terus membakar semangat perempuan-perempuan Indonesia.
Aletta Jacobs lahir tahun 1854 di sebuah desa kecil provinsi Groningen, bagian utara Belanda. Ayah dan kakanya berprofesi sebagai Dokter. Aletta menjadi perempuan pertama yang menyelesaikan pedidikan sarjana dan paca sarjan di belanda. Ia juga menjadi Dokter perempuan pertama. Selain menjadi pelopor gerakan menuntut pendidikan bagi perempuan, Aletta juga menjadi perempuan pertama yang menuntut haknya untuk memilih. Pada waktu itu hanya laki-laki saja yang punya hak untuk meilih di belanda. Selain memperjuangkan pendidikan bagi perempuan dan hak memilih perempuan, Aletta juga mendukung ide kontrasepsi dan menolak penertiban pelacuran (perempuan) : “Negara yang beradab tidak seharusnya mengijinkan pasar budak maupun rumah bordil” 6.

Pemberdayaan dan Pembebasan                   
            Perempuan memberdayakan dirinya sendiri dan orang lain. Mengamalkan apa yang dimilikinya untuk masyrakat. Ingatkah kita dengan Dewi Sartika perempuan kelahiran 4 Desember 1884, salah satu pahlawan yang sering disebutkan namanya dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah. Perjuangannya memberdayakan anak-anak bangsa dengan membangun sebuah sekolah, mengajarkan kaum perempuan membaca, menghitung, menjahit, memasak  serta keterampilan lainnya. Sejak tahun 1902  Dewi Sartika merintits pendidikan untuk kaum perempuan pertama se-Hindia-Belanda.
            Pembebasan atas kemiskinan, pembebasan atas kebodohan, pembebasan atas sebuah penindasan gender dan pembebasan perbudakan. Sebagai manusia yang bebas dan dilindungi oleh undang-undang kita harus bisa berupaya untuk melakukan pembebasan, seperti Dewi Sartika yang berjuang membebaskan anak-anak bangsa dari pembodohan karena kebodohan mengantarkan  pada kemiskinan. Kebebasan bukalah sebuah teori namun terapan.
Dalam konteks generalisanya perjalanan panjang perempuan ini di dorong oleh sebuah penindasan fisik maupun pikiran dan diskriminasi gender. Kompleksifitas permasalahan semakin bercabang dengan muculnya kolonialisme dan rasisme. Hari ini, dimana semua manusia bebas berbicara dan masalah gender tidak diperdebatkan lagi, apakah menjadi indikator atas hilangnya sebuah masalah-masalah yang akan diperjuangkan??
Menurut saya, di Era Demokrasi ini masalah Hak Asasi Manusia lah yang harus diperhatikan dan diperjuangkan.  Isu Trafiking, Pemerkosaan, dan Kekerasan tidak bisa dilepaskan dari perempuan dan anak. Sebagai Ibu, sebagai salah satu mata rantai dan sebagai korban itu sendiri. Perempuan dan anak memang selalu menjadi kelompok minoritas dan warga negara kelas dua. Plato pernah menyebutkan bahwa perempuan sama halnya dengan budak dan anak-anak. Dia hanya objek bagi seksualitas laki-laki, dan perbudakan itu dari dulu hingga sekarang masih tetap ada, dan muncul dalam dimensi baru.
Seperti halnya pada Piagam PBB, Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pada awalnya juga dikonsepkan dengan frasa “all men” untuk menyebutkan umat manusia. Namun timbulnya kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan harus dijelaskan secara eksplisit dalam hak asasi manusia maka frasa “all men” diubah menjadi “all human being”. Kita harus sadar bahwa deklarasi umum Hak Asasi Manusia adalah Basis standar untuk perlindungan hak asasi setiap warga dunia. Maka hak-hak asasi perempuan, dan anak harus di tulis secara eksplisit sebagai perlindungan secara legislasi.
Advokasi dan Legislasi tidaklah cukup. Hari kartini, Hari Ibu, dan Hari Perempuan Internasional tidaklah mewakili. Gerakan perempuan pun masih berputar dikalangan perempuan perkotaan dan terdidik. Maka yang terpenting adalah usaha-usaha pemberdayaan perempuan yang bersifat massal sampai menyentuh segala tingkatan dan strata.  
“Di tangan perempuan terdapat peluang-peluang yang bila mereka manfaatkan ataupun menyalahgunakannya berpengaruh pada kehidupan politik negara, dan pengaruhnya itu, baik yang positif ataupun negatif, akan membentangkan jalan abad-abad yang belum lahir”--Frances E.W. Harper
Catatan:

1.        Berpusat kepada kegiatan kaum laki-laki saja.
2.        Doreen Kimura, “Sex Differences In the Brain”, Scientific American, September 1992, hal.85.
3.        Rani Rachmani Moediarta, “Otak Kita, Keunggulan Kita”, Femina XXVII (23), 17-23 Juni 1999, hal. 27
4.        Sonia Amin, “Empire, Resistance and Gender: Rokeya Sakhawat Hossein’s Anti Colonial Allegory” dalam Niaz Zaman, Fisdous Azim, Saskia E. Wieringa, & Shwakat Hussain (ed.), Colonial and post-colonial encounters, The University Press, Dhaka, 1999.
5.        Saskia E. Wieringa, “Femisnisme Transnasional, Pelajaran Gelombang Pertama”, Jurnal Perempuan 52, hal. 91.
6.        Aletta Jacobs, Herinneringen, Sun, Nijmegen, 1985 (cetakan pertama 1924). Diterjemahkan oleh Annie Wright sebagai My life as an International Leader in Health, Suffrage, and Peace, The Feminist Press, New York, 1996, hlm. 41.

·         Mohon maaf jika terdapat kesalahan bahasa maupun penulisan.
·         Kata-kata yang dikutip telah penulis dokumentasikan dalam sebuah catatan.
·         Terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat.
Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Eksistensi Budaya Tionghoa dan Agama Khonghucu di Indonesia

Eksistensi Budaya Tionghoa dan Agama Khonghucu di Indonesia
Oleh:
Andi Misbahul Pratiwi

            Taman Mini Indonesia indah (TMII) didirikan pada tanggal 20 April 1975 atas inisiatif Ibu Hj. Fatimah Sita Hartinah Soeharto atau lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya indonesia dalam wujud mini. Di dalam TMII digambarkan seluruh keragaman Indonesia, mulai dari Keragaman Budaya, Agama, Hewani dan Hayati. Berbagai Anjungan Budaya, Rumah Ibadat, Miniatur Teknologi, Museum, dan Kekayaan alam Indonesia ditampilkan di TMII ini.
            Indonesia sebagai bangsa yang pluralisme yang memiliki keanekaragaman budaya dan agama menuntut masyarakat yang saling menghargai keyakinan masing-masing. Penduduk Indonesia terdiri dari masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang, salah satu masyarakat pendatang yang memiliki populasi cukup dominan di Indonesia, sebagian besar berasal dari Negeri Cina yang identik dengan  kebudayaan Tionghoa dan Agama Khonghucunya. Selain budaya-budaya asli leluhur, bangsa indonesia kini pun menerima kehadiran masyarakat Tionghoa dan agama Khonghucu di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan beragama yang berasakan pancasila setalah zaman orde baru. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Taman Budaya Tionghoa dan Klenteng “Kong Miao” di dalam Taman Mini Indonesia Indah.
            Taman Budaya Tionghoa yang berada disamping Museum Prangko TMII di resmikan oleh H.M Soeharto selaku Ketua umum yayasan Harapan kita, pada 8 November 2006. taman budaya tionghoa ini terdiri dari 5 koridor utama  dibagian depan, dan terdapat 5 bangunan khas tionghoa yang terdiri dari : Paguyuban sosial marga Tionghoa, aula budi luhur, wisma budaya marga Zhou, wisma budaya Wu. Selain bangunan tersebut Taman Budaya Tionghoa ini memanjakan pengunjung dengan hadirnya monumen cerita rakyat warga tionghoa seperti monumen Kera sakti dan monumen Sampek Engtay.
            Sejarah dan budaya tionghoa terpelihara lebih dara 500 tahun, banyak diantaranya mempunyai makna dalam dan luhur serta perlu dikenal dan dilestarikan, antara lain tentang hikayat Kera sakti (Sunggokhong) dengan 2 kawan lainnya (cup pak kai dan sacun) meengantar pendeta Tang Cen menuju barat/india untuk mengambil kitab suci Buddha.
            Selain legenda Sunggokong ada cerita rakyat mengenai legenda Sampek Engtay. Legenda Asmara ini (Sampek Engtay) terjadi di Tiongkok pada Dinasti Chin dan beredar dalam masyarakat lebih dari 1460 tahun silam. Legenda ini juga sangat populer dalam masyarakat Indonesia sampai sekarang. Konon pada Dinasti Chin seorang pemuda pelajar Lian Sampek berkenalan dengan seorang gadis Engtay yang menyamar sebagai laki-laki dan mereka bersekolah bersama, hubungan mereka sangat akrab dan mendalam serta mereka mengikat diri sebagai saudara. Tiga tahun kemudian setelah selesai sekolah, engtay pulang kerumah dan Sampek mengantarkannya sejauh 9 Km, rasanya sangat berat sekali bagi Sampek dan Engtay untuk berpisah satu sama lain. Akhirnya setelah lama bersama akhirnya keluarga sampik melamar Chu Engtay namun lamaranya ditolak oleh keluarga engtay. Sampek sangan terpukul dan sedih sehingga sakit dan akhirnya meninggal. Konon ketika engtay ingin dijodohkan oleh Ma, Engtay pergi sembahyang ke makam sampek dengan penuh kedukaan yang pada akhirnya menyebabkan langit gelap, angin ribut dan halilintar. Makam engtay terbelah dan engtay melompat ke dalam makam, setelah itu mereka berdua Sampek dan Engtay berubanh menjadi sepasang Kupu-Kupu yang hidup abadi bersama.
            Dalam Kebudayaan Tionghoa diyakini legenda-legenda seperti yang telah dipaparkan diatas, namun sebenarnya legenda tersebut bersifat fiktif atau bisa disebut sebagai cerita rakyat yang turun menurun dari leluhur mereka. Cerita Rakyat ini dituliskan dalam Monumen di taman Kebudayaan Tionghoa, sehingga siapapun yang berkunjung ke taman ini dapat melihat langsung objek tokoh dalam cerita rakyat Tionghoa.
            Taman Mini Indonesia Indah juga menghadirkan miniatur rumah ibadat agama dan keyakinan yang banyak dipeluk penduduk Indonesia  dalam satu area khusus secara berderet : Masjid, Gereja Katholik, Gereja kristen, Pura, Vihara (Klenteng), dan Sasana Adirasa.
            02 Februari 2009, mulailah dilakukan pembangunan Klenteng Kong Miao atau rumah ibadat agama Khonghucu, yang terdiri atas Tian Tan, Da Cheng Dian dan Qi fu dian. Peletakan batu pertama dilakukan menteri agama republik Indonesia, Dr. H.M. Maftuh Basyuni. Peresmian dilakukan pada tanggal 23 Desember 2010.
            Sebagaimana layaknya Kelenteng, Kong Miao juga dilengkapi tempat pembakaran hioswa, pintu gerbang, dll. Di halaman Kong Miao terdapat sepasang Singa, Pintu Gerbang, Sepasang Naga, Kilin, Patung 12 Shio, kura-kura Kepala Naga dsb.
            Rini yang telah menjadi staff Klenteng “Kong Miao” selama 1 tahun ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan di Klenteng “Kong Miao”. “Klenteng ini dijadikan tempat ibadah untuk penganut khonguchu, biasanya umat khonghucu beribadah rutin setiap tanggal 1 dan 15 pada kalender khonghucu, dan masyarakat umum ramai beribadah pada hari sabtu dan minggu”. Tuturnya ketika ditemui diruangan staff Klenteng Kong Miao.
            Di Indonesia  khonghucu dianggap sebagai sebuah keyakinan. Namun sebenarnya didaerah asal  khonghucu itu sendiri adalah sebagai pendidikan dasar di negeri cina yang wajib dipelajari oelhe semua warganya. Khonghucu sebagai sebuah agama dan tionghoa sebagai sebuah Budaya, keduanya tidak bisa disejajarkan dalam satu garis lurus, karena sebuah Agama dan Culture memiliki arti dan makna yang berbeda, kedunya tidak bisa disandingkan dalam satu panggung kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun demikian hadirnya budaya Tionghoa dan Agama Khonghucu di Indonesia menambah warna kebhinekaan Indonesia.



Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Journalism for the Intellectuals



Journalism for the Intellectuals

oleh:
Andi Misbahul Pratiwi


Pendidikan Jurnalisme untuk insan akademisi. Pelatihan jurnalistik yang bertemakan Quantum jurnalisme diselenggarakan oleh Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia di Graha wisata TMII, Jakarta Timur. Acara tersebut berlangsung selama lima hari, dimulai dari tanggal 20-24 Februari 2013 yang dihadiri oleh 24 mahasiswa dari berbagai kampus serta menghadirkan beberapa wartawan senior sebagai pemateri.
            Jurnalistik, dalam bahasa latin disebut journal yang berarti catatan harian. Kegiatan-kegiatan jurnalistik terdapat di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, hal itu disebabkan karena setiap manusia membutuhkan informasi dan kegiaatan jurnalistik adalah salah satu kebutuhan sekunder setiap manusia. Salah satu dari kegiatan jurnalistik adalah menulis berita, berita sendiri di definisikan sebagai sebuah tulisan faktual yang bersifat informatif untuk khayalak ramai. Beberapa definisi lain mengenai berita adalah bahwa berita adalah tulisan yang dikumpulkan dari 7 penjuru angin. Berita sebagai media massa memiliki fungsi untuk memberikan informasi, pendidikan, koreksi, menghibur, mediasi (to inform, to educate, to influence, to entertain, to mediate), selain mejalankan fungsi sosial nya diatas ternyata kini media massa mempunyai kekuatan dalam hal pembentukan opini publik, pengalihan isu, pengangkatan kepentingan suatu orang maupun golongan tertentu.
            Rabu, 20 Februari 2013. Direktur utama PT. Antara, Bpk. Saiful menjelaskan bahwa kini media berperan aktif dalam kemajuan suatu bangsa, karna media hari ini sudah melebih batas-batas fungsinya. Media hari ini dijadikan alat politik bagi elit politik, karena media adalah pembentuk opini publik khusunya di di negara kita ini Indonesia. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa kaum intelektual harus cerdas menanggapi soal media hari ini, kita harus pandai memilah suatu berita, dan kita juga harus tanggap mengenai apa yang terjadi di dunia jurnalistik indonesia hari ini. Berbagai media massa cetak maupun elektronik seperti koran, majalah dan televisi hari ini cenderung menginformasikan hal-hal yang bersifat subjektif serta memihak kepada suatu golongan tertentu. Tidak bisa dipungkiri media hari ini mejadi simbol-simbol politik, sehingga masyarakat terdoktrinasi oleh berita-berita yang disuguhkan di massa setiap harinya. Berita-berita yang dipanggungkan di televisi maupun media cetak ini akan mempengaruhi pola pemikiran masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi pula intelektulitas suatu bangsa tsb.
            Fungsi media massa hari ini telah bergeser kepada hakikatnya, kini media lebih mementingkan menyuguhkan berita-berita yang berlebihan dan menarik tanpa mempertimbangkan unsur-unsur dalam suatu berita, dengan asumsi rating media mereka akan tinggi, dan akhirnya komersialisasi informasi pun tidak bisa dibendung. Kita sebagai mahasiswa tidak boleh berdiam diri melihat kondisi tersebut, kaum intelektual seharusnya lebih cerdas dan cerdik memilih sebuah berita sehingga nantinya mahasiswa tidak terbawa arus kekacauan masyarakat, kita mahasiswa harus bisa menjadi insan penerus serta pelurus, dan cerdas menanggapi soal keterlibatan media dikalangan elit politik hari ini. Mahasiswa yang cerdas dalam kondisi seperti ini akan menjadi pilar-pilar penyampaian informasi kepada masyarakan sehingga masyarakat tidak terus menerus dibodohi oleh ketidaktahuan mereka mengenai dunia jurnalistik itu sendiri. Berdasarkan pemaparan pak saiful pada acara Quantum Jurnalisme ini, maka pada hakikatnya jurnalistik adalah salah satu ilmu sosial yang sangat berperan aktif dalam kemajuan suatu bangsa.
            Mahasiswa yang cerdas tidak dapat dibentuk secara instan, proses yang pembentukan karakter dan pendisiplinan ilmu perlu diterapakan dalam kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa. Berbicara soal jurnalistik, berita, pers, dll. Pada dasarnya adalah kegiatan tulis-menulis. Untuk menjadi kontrol sosial yang baik, maka mahasiswa tentunya perlu pemahaman mengenai jurnalistik itu sendiri, karena idealnya apa yang mahasiswa suarakan, apa yang mahasiswa koreksi, dan informasikan harus memiliki landasan pengetahuan yang jelas.
            Kakanda Ulin Yusron yang telah berkecimpung didunia jurnaslitik dan salah satu anggota dari Aliansi Jurnalis Independent (AJI), ketika diberi kesempatan unttuk mengisi materi dalam acara ini, memaparkan bahwa “seorang jurnalis sebagai penulis berita, dan secara langsung sebagai pembentuk opini publik melalui beritanya haruslah independent, dia tidak terikat oleh kepentingan golongan maupun partai politik, tugas seorang jurnalis adalah menulis berita faktual yang nantinya akan menjadi informasi yang layak untuk konsumsi publik”. Namun pada kenyataan kondisi pilar keempat demokrasi di indonesia hari ini sudah mulai tidak berjalan dalam koridornya, banyak jurnalis dan media massa ditunggangi oleh kepentingan partai politik, membuat perjanjian-perjanjian, komersilisasi informasi, sehingga pada akhirnya informasi yang harusnya dibuat oleh jurnalis secara objektif dan faktual berubah mejadi berita yang subjektif dan manipulatif.
            Kebebasan pers memang tidak diatur secara diplomatif, namun para pekerja pers memiliki kode etik jurnalistik yang harus diikuti dengan sebaik-baiknya. Kode etik jurnalistik ini secara garis besar mengatur hak dan kewajiban seorang pekerja pers, apa yang seharusnya pekerja pers kerjakan dalam profesinya, serta menjelaskan bagaimana etika-etika seorang jurnalis dalam mengambil, mengolah, danmeng publish sebuah berita. Seorang jurnalis yang mengerti akan batasan-batasannya akan menghasilkan sebuah berita berdasarkan fungsi pers dan akan menjadi konsumsi publik yang layak untuk pembangunan bangsa yang lebih baik.
            Era teknologi yang terus berkembang, menggeser semua aspek kehidupan yang dahulunya primitif kini menjadi termodernisasi secara otomatis. Tak ketinggalan pula kemajuan teknologi dibidang media massa. Media massa yang dahulu di dominasi oleh media massa konvensional seperti koran, majalah,  televisi dll. Kini telah mengalami kemajuan sehingga munculah sebuah media massa digital yang menjanjikan kecepatan akses berita, realtime, dan fleksibilitas pengaksesan data.
            Menurut, kakanda Domu seorang wartawan senior yang menjadi salah satu pemateri dalam Quantum Jurnalisme Lisuma Indonesia, menuturkan bahwa Media degital vis a vis Media konvensional akan terjadi, seiring kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Media konvensional menjanjikan kredibilitas subuah berita, dan Media digital menjanjikan sebuah kecepatan akses berita dimanapun dan kapanpun. Setiap teknologi pasti memiliki suatu kelebihan namun tentu juga memiliki keterbatasan.  Media konvensional dan Media digital memeliki kelebihannya masing-masing dalam memuat sebuat berita, dan masyrakatlah yang nantinya akan menjadi pembaca dan penilai berita dari teknologi masing-masing diatas.
            Berita dikatakan bernilai dan memiliki mutu yang tinggi ketika sang penggerak pena menyajikan sebuah informasi yang aktual, unik, penting, maagnitude (berpengaruh besar), mendidik, mmenghibur, informatif, dan memiliki kontrol sosial positif untuk kemajuan bangsa. Berita yang bermutu dihasilkan dari proses yang panjang, dari proses wawancara yang baik, dan meramu berita secara cerdas. Berita yang baik adalah berita yang eksklusif, yang memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada publik.
            Dalam menulis berita kita dapat memilih teknik menulis berita apa yang akan kita tulis.  Straight News adalah teknik menulis berita yang memiliki kriteria kalimat lugas, pendek dan tepat. News Feature adalah teknik menulis berita dengan sebuah gambaran peristiwa yang lugas, dan mengunggulkan diksi. Feature merupakan teknik penulisan berita secara dekriptif, penulis mendeskripsikan keadaan disuatu tempat dengan cerdas dan lugas. Lead aadalah bagian terpenting dalam suatu berita, lead berisi informasi-informasi yang oenting dalam ebuah berita dan biasanya diletakan diparagraf pertama sebuah untaian berita yang akan disajikan, sehingga Lead menjadi cerminan dasar yang nantinya menjadi indikator mutu sebuah berita.
            Mahasiswa tidak boleh tertinggal pengetahun ketika semua orang berbondong-bondong mengkonversikan media konvensional mereka ke media digital. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan ICT kini telah menjalar dalam kebutuhan pokok manusia, oleh karena itu kita sebagai mahasiswa pun perlu melakukan usaha-usaha atau upgrading Teknologi dalam hal ini media digital atau biasa diisebut media online. Setiap media online punya cirikhasnya masing-masing biasanya cirikhas penulisan berita bisa terdapat pada Leadnya yang berbobot serta topik yang diangkat dalam sebuah berita tersebut. Media online membeerikan kecepatan akses berita, fleksibelitas, interaktif, lengkap serta sifat realtime yang kini menjadi sesuatu yang diminati oleh masyarakat sipil pada khusunya. Namun disamping memiliki beberapa keunggulan setiap teknologi pun memiliki problemanya masing-masing, untuk media online ini problem umum yang perlu diperhatikan adalah sedikitnya pengakses melalui internet, desain tulisan yang semakin banyak pesaing, kurang update, sedikitnya akses ke social media. Sehingga para jurnalitik media digital harus terus mengkomparasi tampilan media mereka sessuai psikologis pembaca onlina dan haru memaksimalkan layanan pada media online tersebut, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kemajuan media online kedepannya.
            Media online memiliki beberapa karakter yang saya kira perlu kita pahami bersama-sama. Karakter yang pertama iyalah  Content is the king yang berarti bahwa setiap konten yang disajikan adalah raja, sesuatu yang penting dan yang akan mendapakan perhatian lebih para developer media online. Kedua, User behavior yang berarti bahwa media online sangat mengerti keperluan user atau pembaca, sehingga timbulan rasa kenyamanan saat membaca berita di media online. Ketiga, Statistik menandakan bahwa dalam penyajian berita di media online perlu adanya evaluasi berupa statistik, yang nantinya developer media akan mengetahui sejauh mana media online mereka berkembang. Keempat, Marketing diartikan sebagai pasar, media online tentunya mengharapkan provit untuk perkembangan media itu sendiri di masa depan, sehingga media online pun turut serta menguasai pasar khusunya pasar periklannan. Kelima, Technology, ini adalah hal mutlak untuk keberlangsungan sebuah media online, media online tentunya terus berlomba-lomba memberikan teknologi yang terbaik untuk pembaca media tsb. Kaarakter-karakter media online diatas saling berkesinambungan satu sama lain, sehingga perlu diketahui bahwa kegiatan jurnalistik di media konvensional maupun media digital, memiliki karakter yang berbeda-beda dan hasil jadi yang berbeda-beda pula untuk disajikan.

            
Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Komitmen


Apa sih komitmen itu?
Menurut kamus besar bahasa indonesia, komitmen adalah janji, perjanjian atau keterikatan.
Lalu siapa yang diikat dalam sebuah komitmen itu, menurut saya sendiri komitmen itu melebihi sebuah janji, komitmen tidak hanya di ucapkan namun juga sebuah bentuk ketugahan hati dalam sesuatu hal. Menurut saya komitmen itu terbagi atas 3, yaitu komitmen terhadap allah SWT, komitmen terhadap diri sendiri, dan komitmen terhadap orang  lain.
Nah, kita sebagai manusia yang hakekatnya sebagai makhluk sosial pasti memiliki kepentingan-kepentingan yang tak bisa dihindarkan, apakah kepentingan-kepentingan tersebut dapat menggoyah kan komitmen kita? Menurut saya, komitmen adalah sebuah kata yang cukup sakral, karena mengandung makna yang cukup mendalam serta bersifat universal, seharusnya dalam berkomitmen tidak boleh ada kepentingan-kepentingan di atasnya, karena seseorang yang sudah berkomitmen pasti tahu dimana batas kesanggupan dia untuk berkomitmen serta tahu untuk menempatkan segala urusan-urusannya dengan baik, sehingga ketika dia berkomitmen dia bisa melangkahkan kaki dengan ringan.
Ketika kita sudah meneguhkan hati dan berjanji, apakah itu bisa disebut komitmen? Menurut saya komitmen di tempatkan di akhir cerita, karena seseorang dikatakan sudah bisa berkomitmen ketika dia telah melewati proses panjang dalam meneguhkan hati nya, proses yang cukup panjang yang tidak semua orang bisa berhasil melewatinya, proses dimana terjadinya pendewasaan diri, proses dimana kita belajar akan sebuah kekuatan dan energi, proses ketika mendengarkan suara hati  dan menggunakan intuisi kita untuk menyelesaiakan masalah yang datang sehingga sampailah pada akhir yang disebut komitmen.
Dalam proses berkomitmen tentu saja kita menemui hambatan-hambatan, bagaimana cara mengatasinya? Sepeti yang diakatan steve jobs, “don’t let the noise of other opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and ituition”. Jangan biarkan pendapat orang lain menulikan diri kita terhadap suara hati kita, dan yang terpenting adalah kemampuan untuk mendengarkan hati dan intuisi kita, kurang lebih seperti itu arti dari perkataan steve paul jobs. ketika kita berbicara tentang menyelesaikan sebuah masalah terlihat sangat mudah sekali, namun implementasinya tidak semudah membalikan telapak tangan bukan?, ya, pasti. Namun ketika kita tidak memulai untuk berkomitmen dan mengahadapi sebuah masalah yang akan datang bersamanya, maka kita tak akan pernah tahu rasanya gagal dan berhasil mengahadapi sebuah masalah. Ketika mencoba kita mempunyai pilihan “berhasil/ gagal” namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan.




Andi Misbahul Pratiwi. Cibinong, 25/06/2012 22:22 WIB
Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Linux and windows

Linux and windows

according to the tittle, I want to describe about operating system, there are opareting system which we can use in our computer for example Unix, Dos,  Linux, Windows, etc. in this report I want introduce to you what is Linux and windows?
Linux is operating system which use Text command to operate the system and aplication, there are many distro or kind of linux for example, Debian, Mint, Fedora, Ubuntu, etc. many people include the student of SMKN 1 Cibinong have opinion that Linux is difficult to operate and the command not simple, cause the operating system not friendly with user. But they don't know that Linux very safety with virus, cause it many company use linux to be a Operating System in they server. Beside it, the packet sofware of linux is completed and linux is open source operating system. The meaning of open source is if you will copy, duplicated, and edit linux, this Operating system still original label, and then this operating  system so easly to explorer.

Windows have many kind there are, windows Xp, windows 98, windows Vista, Windows 2000 Server, Windows Seven, and etc. windows is Operating system which use Grapical user interfaces (GUI) so, this operating system so friendly with user, many people choose this operating system because the desktop is so easly to operate, but this operating systtem not safety with virus, if you use thi operating system you must installed antivirus sofware and update the antivirus to protect your computer from virus, if you not installed and update antivirus sofware, your data and aplication will be risk and lost. Beside it windows not open source operating system, you must have a licensi original to use this operating system, if you not have a licensi this operating system is not original. Factually many people in the world especially in our country not use original operating system cause the original operating system is expensive.
From survey 99 % student and teacher Smkn1 cibinong use windows in they computer to be a operating system.
So, what the operating system will you choose?

Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Perempuan dan Perubahan

Perempuan dan Perubahan

jika anda mendengar kata perempuan, apa yang langsung anda bayangkan? Ibu anda? Saudara anda? Atau mungkin diri anda sendiri?. Ya, perempuan adalah makhluk yang sangat indah, begitu kata para lelaki. Namun sadarkah anda selain indah perempuan adalah seseorang yang kuat, begitu menurut saya.

Perempuan atau wanita?
Sebelum masuk kepada pembahasan tentaang perempuan, mari kita tanya pada diri anda masing-masing, apakah anda lebih suka dipanggil perempuan ataua wanita? Dan mengapa?.
wanita dalam bahasa sansakerta yaitu terdiri dari kata wan-ita yang artinya hanya sebagai objek, sedangkan dalam bahasa jawa terdiri dari kata wani-ditoto yang artinya bisa diatur-atur,
nah, arti perempuan sendiri dari bahasa jawa yaitu per-empu-an, empu yaitu ahli, jadi perempuan adalah orang yang memiliki keahlian.
setelah anda tahu, sekarang anda lebih suka dipanggil wanita atau perempuan?

Bagaimana  perempuan itu ?
Menurut hemat saya, perempuan adalah makhluk yang multitalent,  mengapa demikian?, coba anda perhatikan ibu anda, dan saudara perempuan anda dirumah, perempuan jika melakukan aktivitas dia bisa melakukannya lebih dari 1 sekaligus. Contoh: ibu saya dirumah, ketika memasak, beliau pun menyapu, kemudian mencuci, dan mengurusi anaknya. Luar biasa bukan? Mengandung 9 bulan, melahirkan, dan mendidiknya.
Sesungguhnya allah swt menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, perempuan sebagai pendamping dari seorang laki-laki yang diciptakan bukan dari kepala untuk peneduh, bukan dari kaki untuk jadi penopang, tapi dari tulang rusuk untuk menjadi sama, dekat dengan lengan untuk dilindungi, dan dekat dengan hati untuk dicintai, begitulah kata banyak orang di jejaring sosial.
Namun ada satu kalimat lagi yang sangat menginspirasi saya, “jangan sebut aku perempuan sejati bila aku berkalong lelaki, tapi bukan berati aku tidak perlu lelaki untuk dicintai” kutipan dari film wanita berkalung sorban.
Tidak sedikit perempuan yang meraih sukses, dan tidak sedikit pula perempuan yang bisa dijadikan inspirasi hidup anda.


Read More...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS